Berikut Salah Kaprah Mitos Virus Corona yang Sebaiknya Tidak Dipercayai


Keberadaan dari virus Corona memang menyebabkan pandemi yang sulit untuk ditangani, bahkan sampai sekarang ini belum ditemukan langkah atau upaya penanganan yang benar-benar tepat untuk membuat kondisi semacam ini segera berakhir. Bahkan semakin lama ada kian banyak jumlah nyawa yang melayang disebabkan oleh infeksi dari virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Begitu juga dengan efek lain yang disebabkan olehnya, termasuk dampaknya terhadap kondisi ekonomi dunia yang sekarang ini lumpuh.

Sebenarnya penyakit Covid 19 ini sendiri tergolong sebagai jenis masalah kesehatan yang tepat bisa dihindari atau dicegah. Asalkan masyarakat juga taat dengan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah untuk segera memutus mata rantai penyebaran dari virus tersebut. Mulai diantaranya adalah dengan melakukan social distancing, cara yang satu ini terbilang efektif di dalam mengurangi resiko penularan. Kemudian juga rajin cuci tangan menggunakan sabun, ditambah juga dengan memakai masker ketika keluar rumah.

Nyatanya dengan kemunculan virus Corona ini sendiri juga menyebabkan berbagai macam mitos kemudian juga bermunculan, bahkan tak jarang diantaranya mitos-mitos tersebut juga menyesatkan, seperti diantaranya adalah:

  1. Dengan penyemprotan desinfektan maka dapat membunuh virus yang menempel di tubuh, memang benar jika seandainya fungsi dari desinfektan ini adalah dapat membunuh kuman dan juga virus, karena memang bahan kimia yang digunakan dirancang untuk kebutuhan tersebut. Namun bukan berarti Anda dapat menggunakannya untuk di semprotkan ke area tubuh. Mengingat nyatanya kandungan bahan kimia tersebut bisa beresiko menyebabkan iritasi bahkan juga masalah kesehatan jangka panjang.
  2. Hanya orang dewasa dan juga lanjut usia yang beresiko tinggi terserang Covid 19, mitos ini juga salah kaprah dan agaknya harus Anda waspadai, karena memang faktanya siapapun beresiko tinggi untuk terkena penyakit mematikan tersebut. Termasuk diantaranya adalah bayi dan juga anak-anak. Hanya saja memang untuk orang-orang dengan kondisi kekebalan tubuh yang lemah bisa lebih mudah tertular.
  3. Menguburkan mayat penderita Covid 19 beresiko untuk tertular, mitos salah kaprah lainnya yang juga banyak dipercayai oleh masyarakat, sehingga menyebabkan banyak penolakan pemakaman dari jenazah yang tewas karena Covid 19, padahal dalam kondisi ini ketika sel-sel tubuh penderitanya sudah mati, secara otomatis virus yang ada di dalam tubuh juga mati, karena tidak ada lagi inangnya. Selain itu dari pihak rumah sakit sendiri juga sudah memberlakukan prosedur penguburan yang sesuai dengan dibungkus kantong plastik sehingga tidak beresiko untuk menular.
  4. Masker wajah dapat melindungi dari infeksi virus tersebut, padahal sebenarnya pemakaian masker fungsinya tidak untuk melindungi dari virus. Melainkan hanya sebatas mencegah agar droplets tidak disebarkan kepada orang lain apalagi penderita Covid 19. Untuk itu tak harus pemakaian masker medis. Sebenarnya masker yang terbuat dari kain juga tetap efektif di dalam mengatasi agar droplets tidak sampai menyebar.
  5. Antibiotik dapat digunakan untuk membunuh virus, padahal sebenarnya antibiotik hanya berperan di dalam membunuh bakteri, tidak digunakan untuk kebutuhan membunuh virus. Sehingga tidak dapat menyembuhkan penyakit ini.


Itulah setidaknya beberapa mitos salah tentang virus Corona yang patut untuk Anda waspadai, sehingga jangan langsung mempercayai mitos yang ada. karena bisa jadi hal tersebut sebenarnya hanya akan membodohi Anda. Temukan lebih banyak lagi informasi dan juga berita terupdate tentang pandemi Covid 19 ini dari situs resmi Halodoc.

Belum ada Komentar untuk "Berikut Salah Kaprah Mitos Virus Corona yang Sebaiknya Tidak Dipercayai"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel